Perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org

Perbedaan-WordPress com-dengan-WordPress org2_

Hampir semua orang yang merasakan belajar membuat blog atau situs dengan WordPress, pernah bertanya apa perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org. Kedua situs punya nama dan logo yang serupa, dan sama-sama menawarkan perangkat untuk membuat situs online.

Faktanya WordPress.com dan WordPress.org memang dua situs berbeda dari induk yang sama. Keduanya menawarkan perangkat pengelolaan situs atau blog, tapi dengan pengalaman yang berbeda.

Tidak jarang pihak yang menyebut faktor pembeda antara WordPress.com dengan WordPress.org adalah, yang pertama gratis, sementara yang kedua berbayar. Ini jawaban yang terlalu menyederhanakan dan tidak cukup akurat.

WordPress.com tidak identik dengan gratisan. Mereka menawarkan paket berbayar dengan fasilitas tertentu. Sementara WordPress.org juga tidak identik dengan berbayar. Jika mau telaten mencari, kamu bisa saja membuat situs menggunakan content management system (CMS) dari WordPress.org dengan bermodal nama domain dan hosting gratis. Setidaknya buat keperluan belajar dan coba-coba.

Jadi, apa perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org?

Bagi orang yang hendak mendirikan situs atau blog dengan platform WordPress, mengetahui perbedaan keduanya sangat penting. Karena ini berhubungan dengan perbedaan karakteristik masing-masing platform untuk disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Tanpa memahami perbedaannya, calon pengguna bisa membuat pilihan keliru yang mungkin baru akan disadarinya ketika sudah sulit untuk berganti platform.

WordPress.com dan WordPress.org punya karakteristik masing-masing. Hal ini yang menjadi titik perbedaan kedua platform tersebut. Dalam tulisan ini akan dibedah karakteristik kedua platform tersebut untuk memahami perbedaannya masing-masing.

WordPress.com

WordPress.com merupakan situs layanan hosting blog yang menggunakan CMS WordPress sebagai platform pengelolaan kontennya. Maksud dari layanan hosting blog, para pengguna tidak perlu memikirkan masalah ruang penyimpanan konten situs atau blognya, karena sudah disediakan dalam kapasitas tertentu oleh WordPress.com.

WordPress.com menawarkan lima jenis paket layanan dengan fasilitas dan harga yang berbeda. Paketnya dimulai dari yang gratis, sampai yang berbiaya Rp. 534.000/bulan, dengan kapasitas penyimpanan bervariasi mulai dari 3 GB sampai 200 GB.

paket-layanan-wordpress-1024x394-1
Paket pelayanan yang ditawarkan oleh WordPress.com. (Foto: screenshot dari situs WordPress.com)

Selain kelima paket tersebut, beredar kabar bahwa WordPress.com menawarkan paket VIP yang tidak diumumkan secara terbuka ke publik. Biaya layanan VIP dimulai dari $5.000/bulan. Facebook dan Spotify dikatakan merupakan contoh klien yang memanfaatkan paket tersebut

Dengan layanan hosting yang disediakan WordPress.com, para pengguna tidak perlu lagi pusing memikirkan jaminan kualitas. Jika perusahaan seperti Facebook dan Spotify berani mempertaruhkan bisnisnya di ruang penyimpanan WordPress.com, perkara keamanan dan keandalan sudah bukan masalah lagi.

Selain itu para pengguna tidak perlu repot dengan urusan tetek-bengek rutinitas pemeliharaan seperti update atau backup file situsnya. Sebab hosting WordPress.com sudah menanganinya secara otomatis. Karakteristik ini yang menjadi salah satu kunci perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org.

Dengan WordPress.com pengguna tidak bisa menambah atau mengurangi plugin WordPress yang sudah terinstal di situsnya sejak awal. Plugin WordPress merupakan perangkat tambahan yang disediakan berbagai pihak untuk mengostumisasi situsnya sesuai kebutuhan. Seleksi plugin tertentu di situs WordPress.com baru bisa ditambahkan bagi pengguna mulai dari paket layanan Bisnis.

Begitu juga dengan pilihan theme (tampilan) situs. Tersedia koleksi theme gratis di repositori WordPress.com yang bisa dipilih oleh pengguna. Tapi pengguna tidak bisa memilih opsi di luar repositori tersebut, kecuali kamu pengguna paket mulai dari Premium atau di atasnya.

Untuk nama domain, para pengguna gratisan akan menggunakan subdomain dari WordPress.com (contoh: namasitusmu.wordpress.com). Jika ingin memakai domain dengan ekstensi pilihan sendiri (contoh: namasitusmu.com), kamu harus menjadi pengguna paket berbayar.

WordPress.com juga tidak menyediakan layanan yang memungkinkan pengguna membangun situs e commerce, kecuali bagi pengguna paket eCommerce. Tanpa kemampuan e commerce artinya pengguna tidak bisa menyediakan jalur pembayaran yang berlaku luas dan terintegrasi dengan situs.

Selain itu WordPress.com memasang iklan di semua situs atau blog para pengguna gratisan, dengan keuntungan yang sepenuhnya masuk ke kocek penyedia layanan. Jika ingin menghilangkan iklan tersebut, kamu harus memilih paket berbayar.

Sebaliknya, situs di WordPress.com tidak boleh dipasangi iklan oleh para pengguna. Ini mempuat opsi monetisasi situs kamu menjadi sangat terbatas.Kamu bisa bergabung dengan program iklan WordAds jika menggunakan paket Premium dan Bisnis. Pendapatan dari WordAds ini akan dibagi kepada dua pihak, pihak pemilik dan pihak WordPress.com, dengan porsi pembagian tertentu.

Peluang monetisasi situs dengan sistem keanggotaan juga akan sulit dilakukan di situs WordPress.com, karena fasilitasnya yang dibatasi. Situs penyedia layanan keanggotaan premium mesti punya fitur-fitur membership tertentu, yang hanya bisa dihadirkan dengan plugin-pugin tertentu.

Demikianlah di antara karakteristik situs WordPress.com dengan kelebihan dan batasannya sendiri.

WordPress.org

Sementara WordPress.org adalah situs yang menyediakan cms WordPress sebagai perangkat untuk membangun website, dan bisa digunakan siapa saja. cms secara sederhana bisa dikatakan sebagai platform atau perangkat pembangun website, yang sekaligus menjadi tulang punggung beroperasinya website.

Untuk mendapatkan CMS WordPress, kamu bisa baca artikel Cara Download WordPress.

perbedaan-WordPress com-dengan-WordPress org_
WordPress.org menyediakan CMS yang terbuka untuk dipakai dan dikembangakan semua orang. (Foto: Screenshot dari situs WordPress.org)


CMS WordPress.org bersifat gratis dan open source, artinya bebas dipakai siapa pun dan terbuka untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan. Para pengguna mesti menyewa nama domain dan hosting situsnya sendiri, kemudian menginstal websitenya dari nol. Karena hal inilah cms WordPress.org sering juga disebut self-hosted WordPress. Ini salah satu titik kunci perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org.

Karena pengguna mengurus sendiri hosting situsnya, butuh level pengetahuan teknis tertentu untuk membangun dan memelihara situs dengan cms WordPress.com. Meski begitu CMS WordPress terkenal dengan aspek kemudahan bagi pengguna. Begitu juga instalasinya yang melegenda, karena tergolong gampang dan cepat.

Selain itu rutinitas pemeliharaan seperti update dan backup situs dengan cms WordPress.org menjadi tanggung jawab pengguna masing-masing. Tentu saja dalam perkara pemeliharan ini pengguna bisa memanfaatkan fasilitas update dan backup otomatis yang disediakan layanan hosting atau plugin tertentu. Tapi tetap saja pengguna yang mesti melakukan pengaturan awal dan mengeceknya secara berkala.

Dengan memilih hosting sendiri, pengguna juga mesti cermat menyeleksi penyedia layanan hosting yang berkualitas. Terutama yang berkaitan dengan keandalan dan keamanan. Barangkali hampir setiap hosting pernah mengalami down (tidak bisa diakses), tapi hosting berkualitas punya potensi down yang sangat minim.

Selain itu penyedia hosting berkualitas akan memagari layanannya dengan perangkat keamanan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dalam situs kliennya, untuk meminimalisasi kemungkinan hacking.

Situs yang dibangun dengan self-hosted WordPress punya tampilan dashboard administrator yang mirip dengan situs WordPress.com, karena memang dasar CMS-nya identik. Meski begitu pengguna CMS WordPress.org leluasa menambah atau menghapus plugin sesuai kebutuhan.

Begitu juga dengan pilihan theme, pengguna bebas memilih berbagai opsi theme yang tersedia tanpa batasan. Ada ribuan theme WordPress tersedia di belantara internet, baik yang gratis maupun berbayar. Pengguna WordPress.org, meski dengan modal domain dan hosting gratis pun, bisa leluasa memilih, memakainya, serta memodifikasi sesuka hati.

Dengan CMS WordPress.org pengguna juga bebas memasang iklan di websitenya, tanpa mengeluarkan biaya tambahan dan tak perlu hitungan bagi hasil dengan pihak WordPress. Begitu juga potensi mendirikan situs e commerce dengan jalur pembayaran terintegrasi dalam situs, sangat terbuka bagi pengguna, dengan bantuan plugin tertentu.

Peluang monetisasi melalui situs keanggotaan premium, seperti pelatihan online, juga terbuka lebar di situs dengan CMS WordPress.org. Untuk itu pengguna bisa memanfaatkan berbagai plugin membership yang bisa menyediakan berbagai fitur keanggotaan, mulai dari klasifikasi konten berdasar kategori anggota; ekosistem sistem manajemen pembelajaran (learning management system -LMS); sampai opsi pembayaran keanggotaan yang terintegrasi, di dalam situs.

Demikian berbagai karakteristik yang menjadi titik perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org. Memahami perbedaan tersebut sangat penting bagi pengguna baru yang tengah memilih platform yang cocok untuk kebutuhan situsnya.

Pilih yang mana?

“Jadi saya mesti pilih yang mana?”

Kamu bisa menjawab sendiri pertanyaan tersebut jika sudah tahu kebutuhan apa yang ingin kamu penuhi lewat website atau blog? Untuk lebih memudahkan kita bikin penggolongan umum seperti di bawah.

WordPress.com cocok bagi pengguna pemula yang ingin berkenalan dengan seluk-beluk dunia pemeliharaan situs atau blog. Dengan platform ini kamu akan belajar menggunakan fitur-fitur dasar seperti menge-post artikel, mengeditnya, menjadwalkannya, memasukkan media baik audio, visual, maupun gabungan keduanya.

Pengguna kasual yang ingin mendokumentasikan artikel dan konten lainnya, atau ingin punya situs sederhana untuk keluarga tanpa biaya, WordPress.com sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Begitu juga dengan pengguna pemula yang ingin mengembangkan pengetahuannya lebih jauh dalam dunia website. WordPress.com akan membantumu untuk mengakrabkan diri dengan berbagai menu umum yang tersedia di dalam website.

Bagi pengguna yang ingin fokus sepenuhnya dengan konten situs, apalagi enggan berurusan dengan pemeliharaan situs secara berkala, WordPress.com juga akan jadi pilihan sempurna. Kamu berkonsentrasi menghasilkan tulisan atau karya lain yang membuat pengunjung situs betah. Di luar itu, biar WordPress.com yang mengurus.

Kamu ingin memonetisasi situs lewat iklan, atau membangun situs e commerce, tanpa memiliki pengetahuan teknis website? Ingin membayar jasa untuk mewujudkannya tapi bingung tentukan pilihan? Layanan berbayar WordPress.Com mulai dari paket Bisnis akan jadi tawaran bagus buatmu. Keandalan, keamanan, serta dukungan premium WordPress akan banyak membantu kamu.

Sementara CMS WordPress akan jadi perangkat yang sempurna bagi kamu yang ingin membangun situs komersil tanpa biaya tambahan paket layanan. Kamu leluasa memonetisasinya lewat iklan, keanggotaan premium, atau sekaligus membangun situs e commerce seperti toko online. Dengan bantuan beberapa plugin kamu bisa mewujudkan infrastrukturnya di situs dalam waktu singkat.

Pengguna yang senang melakukan eksperimen juga akan menemukan tempat bermain yang menyenangkan dengan cms WordPress.Org. Semua aspek dari situs berbasis WordPress bisa dimodifikasi, baik melalui bantuan plugin, theme, maupun dengan mengedit CSS.

Kamu masih juga bingung, sekadar ingin mencoba pengalaman mengelola situs tanpa rencana jangka panjang, mungkin kamu perlu coba membuat website dengan CMS WordPress, dengan menyewa paket hosting jangka pendek. Untuk keperluan itu kamu bisa mencoba layanan hosting Natanetwork. Selain menyediakan opsi hosting bulanan, kecepatan servernya cukup baik. Selain itu mereka terkenal dengan support-nya yang cepat dan membantu.

Penjelasan: Artikel ini memuat link afiliasi. Kami mendapat komisi dari tiap transaksi melalui link tersebut, tanpa membebanimu dengan biaya tambahan. Dalam beberapa kasus kamu bahkan bisa mendapat dison. Setiap produk yang direkomendasi telah kami coba dengan hasil bagus. Terima kasih atas dukungan yang membuat TeknoEdukasi bisa terus beroperasi.

Kalau masih ragu juga, kamu bisa coba-coba menginstal website WordPress di localhost. Maksudnya, komputer atau laptop kamu disimulasikan menjadi web server, tapi bersifat offline. Untuk melakukannya kamu bisa mencoba aplikasi DesktopServer, atau Laragon.

Kamu sendiri lebih pilih mana, WordPress.com atau WordPress.org?

Baca juga:

Tinggalkan jejak

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.