Leverage Browser Caching: Cara Singkat Mempercepat Website

Jika pengunjung mendatangi sebuah situs, pada dasarnya ia tengah men-download berbagai file yang disajikan di halaman yang diakses. Semakin kompleks dan besar ukuran filenya, semakin berat loading yang dilakukan. Leverage browser caching bisa membantu meringankan beban tersebut.

File yang terdapat pada sebuah halaman situs mencakup segala konten seperti gambar, teks, video, audio; serta pengaturan tampilan situs. Karena itu semakin kompleks tampilan sebuah halaman, berpotensi semakin turun juga performa situs yang menampilkan.

Apa itu cache?

Dalam konteks dunia internet, secara umum cache adalah data yang disimpan secara sementara oleh browser atau perangkat yang digunakan untuk mengakses halaman website atau aplikasi tertentu. 

Seperti disebut di atas, dengan mengunjungi situs atau aplikasi pada dasarnya pengunjung tengah men-download berbagai file ke dalam perangkat atau browsernya, Data-data tersebut direkam karena kemungkinan akan digunakan lagi. Sehingga pada akses selanjutnya prosesnya akan berlangsung lebih cepat.

Dengan begitu cache berguna untuk mempercepat akses sekaligus menghemat penggunaan data internet.

Sementara leverage browser caching adalah perintah dari situs agar browser menyimpan cache untuk jangka waktu tertentu, agar membantu kecepatan akses pengguna di dalam situs. 

Dengan begitu pengguna tak perlu secara men-download data yang tidak diperlukan lagi, karena cache-nya sudah direkam oleh browser.

Sebelum mengaktifkannya di website, ada baiknya terlebih dulu mengecek kecepatan websitemu dengan beberapa peralatan yang bisa dimanfaatkan secara gratis.

Selain untuk mengetahui permasalahan yang membuat website menjadi lambat, kamu juga bisa membandingkan hasilnya, sebelum dan sesudah implementasi perintah leverage browser caching.

Mengaktifkan leverage browser caching di website

Untuk mengaktifkannya di website WordPress, ada dua jalan yang bisa dilakukan. Pertama, dengan mengedit file .htaccess pada server hosting website. Cara ini pada dasarnya berlaku secara universal, bukan hanya pada WordPress. Kedua, cara yang lebih ramah bagi pemula adalah menggunakan bantuan plugin.

Di sini akan dibahas cara pertama saja, tanpa bantuan plugin.

Memberi perintah leverage browser caching di .htaccess

  • Saat file sudah terbuka, tambahkan kode di bawah ini:
## EXPIRES CACHING ##
<IfModule mod_expires.c>
ExpiresActive On
ExpiresByType image/jpg "access 1 year"
ExpiresByType image/jpeg "access 1 year"
ExpiresByType image/gif "access 1 year"
ExpiresByType image/png "access 1 year"
ExpiresByType text/css "access 1 month"
ExpiresByType application/pdf "access 1 month"
ExpiresByType application/javascript "access 1 month"
ExpiresByType application/x-javascript "access 1 month"
ExpiresByType application/x-shockwave-flash "access 1 month"
ExpiresByType image/x-icon "access 1 year"
ExpiresDefault "access 2 days"
</IfModule>
## EXPIRES CACHING ##
  • Simpan dan tutup file. Langkah selesai

Hasil

Hasil implementasi perintah leverage browser caching di atas biasanya sudah bisa dites langsung efeknya, segera setelah hasil edit file .htacsess disimpan.

Biar lebih yakin, jika situs WordPress memakai plugin cache seperti WPRocket, W3 Total Cache, dan semacamnya, kamu bisa menghapus cache-nya terlebih dulu. Dengan begini hasil perubahan di .htaccess dipastikan langsung terimplementasi di halaman depan.

Kamu bisa mengetes hasilnya lewat beberapa peralatan gratis untuk mengecek kecepatan website, seperti GTmetrix, Google PageSpeed Insight, serta Pingdom Tools. Bandingkan hasilnya dengan tes sebelum memasukkan perintah leverage browser caching. Kemungkinan besar kamu akan menemukan peningkatan cukup siginifikan di hasil terbaru.

Jika berkenan silakan share hasil tesmu di kolom komentar. Terima kasih.

Baca juga:

Komentar, yuk